Begundal Tidak Brutal


Bandung - Sekalipun namanya terdengar kasar dan menyeramkan, Begundal Hell Club yang banyak dikenal orang sebagai fans club Burgerkill tidak sekasar dan seseram namanya."Sebenarnya sudah banyak yang menanyakan kenapa namanya Begundal, biasanya orang tua yang anaknya ikut BHC. Tapi kita buktikan anak-anak BHC bukanlah begundal yang kerap berbuat onar dan ugal-ugalan,"
Mpung menambahkan jika nama Begundal digunakan untuk mengimbangi imej gahar Burgerkill di atas panggung. "Kata itu terdengar sangat metal dan pas dengan imej Burgerkill. Kalau diganti kata lain kurang metal aja," ujar Mpung.

Untuk membuktikan bahwa BHC bukanlah organisasi yang lekat dengan imej ugal-ugalan, BHC membuktikan setiap Burgerkill manggung tidak pernah ada kerusuhan yang ditimbulkan anak-anak BHC. "Sepanjang BHC berdiri, seluruh anggotanya mengapresiasi musik pada porsinya. Tidak lantas berbuat onar atau mengacaukan acara. Soalnya di peraturan BHC ada ketentuan untuk tidak pernah membuat onar seraya membawa nama BHC. Kalau sampai ada, maka kita akan tindak tegas," tutur Mpung.

Namun begitu, Mpung pernah menemukan adanya oknum lain di luar BHC yang menyebut kelompoknya sebagai Burgerkill Hell Crew. "Ini dia yang sering salah kaprah, ada orang-orang yang tidak jelas maksud tujuannya dengan membentuk organisasi yang namanya mirip dengan BHC, hanya beda club dan crew secara tulisan. Padahal secara keanggotaan sama sekali tidak ada hubungannya," tukas Mpung.

Mpung juga menuturkan bila BHC memiliki sisi edukatif. "Kita ingin pendengar musik cadas tahu musik yang mereka dengarkan dan bukan untuk keren-kerenan. Makanya kita pun pernah buat acara nonton bareng film dokumenter musik metal yang mengisahkan perjalanan musik cadas dari dulu hingga sekarang," terang Mpung. Selain edukatif, Mpung berpendapat bila BHC memiliki keterikatan yang kuat antar anggotanya. "Prinsip kita, orang menghormati dan menyayangi kita, kita pun harus lebih menghormati dan menyayangi mereka," ujar Mpung.

Apa yang dikatakan Mpung tidak berlebihan, ketika beberapa waktu lalu ada salah satu anggota BHC yang meninggal karena kecelakaan lalulintas, anggota BHC turut menghadiri pemakamannya. "Itulah yang terpenting bagi kita, solidaritas dan kebersamaan," tutur Mpung.